PKNS Gelar Budaya dan Keagamaan Lewat Malam Suro 1960 BE

Agama, Budaya0 Dilihat
Riyono: Nilai Kebersamaan Wujudkan Tali Persaudaraan Walaupun Berbeda Pandangan dan Keyakinan

PEKANBARU, saturealita.com/-Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang bertepatan dengan malam Suro 1960 BE berdasarkan penanggalan Jawa, Peguyuban Kawula Ngayogyakarta dan Sekitarnya (PKNS) Provinsi Riau menggelar kegiatan budaya dan keagamaan yang berlangsung penuh kehangatan di Taman Rekreasi Alam Mayang, Laboratorium Budaya Anak Negeri, Pekanbaru, Rabu (24/6/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antara anggota PKNS Riau sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual yang berpadu dengan pelestarian budaya Jawa. Mengusung tema “Membangun Spiritualitas Melalui Budaya”, acara berlangsung dalam suasana kekeluargaan yang sarat makna dan dihadiri para sesepuh, pengurus, anggota, serta berbagai tamu undangan.

Ketua PKNS Riau, Riyono Gede Trisoko, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh keluarga besar PKNS Riau yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, meskipun dilaksanakan secara sederhana, namun semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kekompakan yang tercipta mampu memberikan makna yang sangat mendalam bagi seluruh peserta.

“Saya mengapresiasi seluruh anggota PKNS Riau tanpa terkecuali. Kegiatan yang sederhana ini justru mampu menghadirkan suasana yang penuh keakraban, mempererat hubungan persaudaraan, baik secara lahir maupun batin. Inilah nilai yang harus terus kita rawat sebagai keluarga besar PKNS,” ujarnya.

Riyono menambahkan, budaya bukan hanya sekadar warisan leluhur, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter, memperkuat spiritualitas, serta menjaga jati diri di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. Menurutnya, nilai-nilai budaya yang diwariskan para pendahulu harus tetap hidup dan dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh arus modernisasi.

Ia juga menekankan pentingnya peran para sesepuh sebagai pilar utama dalam memberikan teladan dan membimbing generasi penerus agar tetap mencintai budaya serta memiliki semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Harapan kami, semangat kebersamaan yang dibangun melalui budaya ini mampu menjadi bekal bagi generasi selanjutnya. Dengan terus menjaga dan melestarikan budaya, kita sedang membangun peradaban yang akan dikenang sebagai sejarah yang baik bagi anak cucu kita di masa mendatang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Riyono optimistis PKNS Riau akan terus berkembang menjadi organisasi paguyuban yang semakin solid, mampu menjadi wadah pemersatu masyarakat perantau asal Yogyakarta di Provinsi Riau, sekaligus ikut berkontribusi dalam menjaga keberagaman budaya di Bumi Lancang Kuning.

“Semoga nilai-nilai budaya yang terus kita pelihara ini semakin berkembang, memberikan ruang yang luas bagi seluruh anggota untuk berkarya dan mengabdi, sehingga PKNS Riau semakin maju, semakin jaya, dan terus memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya penuh semangat.

Rangkaian kegiatan malam Muharam tersebut semakin semarak dengan penampilan seni Pacopatan yang menampilkan kekayaan budaya Jawa, dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang disampaikan oleh Ustad Dr. Suroso.

Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh hadirin menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai waktu untuk bermuhasabah, memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Suasana semakin hangat dengan hadirnya pertunjukan wayang yang dibawakan oleh seorang dalang, menghadirkan hiburan sekaligus pesan-pesan moral yang sarat akan nilai kehidupan.

Perpaduan unsur budaya dan religi tersebut menjadi simbol harmonisasi yang selama ini terus dijaga oleh PKNS Riau dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.

Melalui peringatan Muharam 1448 Hijriah atau Malam Suro 1960 BE ini, PKNS Riau berharap semangat persatuan, pelestarian budaya, serta nilai-nilai spiritual dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga keberadaan paguyuban tidak hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga menjadi laboratorium budaya yang mampu melahirkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berakhlak mulia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *