Haris Kampay Buka Jalur Kemitraan Strategis demi Dongkrak PAD Riau
PEKANBARU,saturealita.com/– Hubungan antara PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya sejak kepemimpinan Direktur Dr. H. Haris Kampay, jajaran manajemen SPR diterima secara resmi oleh manajemen PHR di Kantor Utama PHR, Rumbai, Rabu (14/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi kelembagaan yang lebih erat antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Riau dengan perusahaan yang mengelola salah satu blok migas terbesar di Indonesia.
Kunjungan itu memiliki makna strategis. Sejak SPR berdiri dan mulai beroperasi pada 2018, pertemuan resmi dengan jajaran manajemen PHR dalam format seperti ini baru terlaksana di bawah kepemimpinan Haris Kampay.
Hal tersebut menjadi sinyal awal terbukanya ruang dialog yang lebih konstruktif guna memperkuat sinergi antara perusahaan daerah dan industri hulu migas.
Rombongan SPR dipimpin langsung oleh Direktur Utama Dr. H. Haris Kampay dan disambut General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, beserta jajaran manajemen.
Turut hadir Komisaris SPR Sri Irianto, Sekretaris SPR Hariyanto Karim, Komisaris dan Direktur PT SPR Cipta Lestari Syuryadi Khusaini dan Fajar Simanjuntak, Direktur SPR Trada Suwandi, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Haris Kampay menyampaikan apresiasi atas respons cepat PHR yang menerima permohonan audiensi dari SPR. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi langkah awal membangun komunikasi yang berkelanjutan.
“Terima kasih kepada jajaran PHR yang telah memberikan sambutan yang sangat baik. Kami datang untuk memperkenalkan jajaran manajemen baru sekaligus membangun komunikasi yang lebih intensif ke depan. Kami berharap pertemuan ini menjadi fondasi kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Haris Kampay.
Ia menegaskan bahwa SPR sebagai BUMD memiliki komitmen untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah. Karena itu, dibutuhkan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk PHR sebagai perusahaan yang memiliki aktivitas strategis di Provinsi Riau.
Senada dengan itu, Komisaris SPR Sri Irianto menegaskan bahwa kehadiran SPR bukan hanya sebatas menjalin hubungan kelembagaan, tetapi juga membawa semangat untuk berkontribusi secara nyata dalam mendukung operasional industri migas melalui kemampuan yang dimiliki perusahaan daerah.
Menurutnya, SPR memiliki tanggung jawab untuk terus meningkatkan nilai tambah bagi daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Oleh karena itu, keterlibatan BUMD dalam berbagai peluang usaha yang tersedia menjadi salah satu langkah yang dinilai penting.
“Kami berharap SPR dapat menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang berkembang di lingkungan PHR. Sebagai BUMD, kami tentu memiliki target memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan PAD Provinsi Riau,” katanya.
Direktur SPR Trada, Suwandi, juga menyampaikan harapan serupa. Ia menegaskan bahwa SPR siap mengikuti seluruh mekanisme dan ketentuan yang berlaku apabila diberi kesempatan berpartisipasi dalam berbagai pekerjaan maupun pengadaan jasa di lingkungan PHR.
Menurut Suwandi, SPR memahami bahwa setiap peluang usaha harus ditempuh melalui prosedur yang transparan, profesional, dan sesuai regulasi perusahaan.
Menanggapi harapan tersebut, General Manager PHR Zona Rokan Andre Wijanarko menyampaikan bahwa PHR selalu membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk BUMD milik Pemerintah Provinsi Riau. Namun demikian, seluruh bentuk kerja sama tetap harus mengacu pada ketentuan, persyaratan, dan tata kelola perusahaan yang berlaku.
Andre menjelaskan bahwa untuk menindaklanjuti pembicaraan tersebut diperlukan pertemuan lanjutan yang lebih teknis guna membahas peluang, mekanisme, serta persyaratan yang harus dipenuhi oleh SPR.
“Kami terbuka untuk berdiskusi dengan SPR sebagai BUMD. Namun semua proses tetap harus mengikuti ketentuan dan prosedur yang berlaku di lingkungan perusahaan. Karena itu, perlu ada pembahasan lebih rinci melalui pertemuan lanjutan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disambut positif oleh jajaran SPR. Kedua belah pihak sepakat bahwa komunikasi yang berkesinambungan menjadi kunci dalam membangun hubungan kerja yang profesional sekaligus memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Selain membahas peluang kerja sama, pertemuan tersebut juga menjadi wadah untuk saling bertukar pandangan mengenai penguatan tata kelola perusahaan, pengembangan kapasitas BUMD, serta potensi kolaborasi di masa mendatang.
Selama kurang lebih satu jam, diskusi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat membangun sinergi. Pertemuan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sambil menikmati hidangan yang disediakan oleh PHR.
Pertemuan perdana ini dinilai menjadi titik awal yang penting bagi SPR di bawah kepemimpinan Haris Kampay. Dengan dibukanya jalur komunikasi resmi bersama PHR, diharapkan peluang kolaborasi antara BUMD dan industri hulu migas semakin terbuka, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah Provinsi Riau. ***










