Ratusan Warga Menanti Vonis yang Dinilai Menjadi Ujian Keadilan
PEKANBARU, saturealita.com/-Malam itu bukan sekadar pertemuan biasa. Di halaman Sekretariat DPD Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Riau, Rabu (29/7/2026), ratusan masyarakat dari berbagai penjuru Bumi Lancang Kuning memadati lokasi dengan satu tujuan: memanjatkan doa menjelang pembacaan putusan perkara yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid.
Tak ada orasi panjang maupun euforia. Yang terdengar hanyalah lantunan ayat suci Al-Qur’an, zikir, tahlil, tahmid, dan doa yang menggema di bawah langit Pekanbaru. Wajah-wajah penuh harap tampak menyatu dalam suasana khusyuk, menjadikan malam itu sebagai momentum spiritual yang diyakini mampu menguatkan ikhtiar di penghujung proses hukum.
Kegiatan doa bersama tersebut dihadiri tokoh masyarakat, pengurus PKB, simpatisan, sahabat Abdul Wahid, hingga masyarakat umum dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau.
Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan moral sekaligus harapan agar putusan yang akan dibacakan majelis hakim pada Kamis (30/7/2026) mencerminkan rasa keadilan berdasarkan fakta-fakta persidangan.
Tokoh masyarakat Riau, Asri Auzar, menegaskan bahwa seluruh upaya telah dilakukan, mulai dari mengikuti proses hukum hingga memohon pertolongan kepada Allah SWT melalui doa bersama.
“Tak ada yang tak mungkin jika Allah menghendaki. Kami berharap keputusan hakim nantinya menjadi keputusan yang adil. Insyaallah, Abdul Wahid dapat kembali mengabdi untuk masyarakat Riau,” ujar Asri yang disambut gema takbir para peserta.
Bagi para pendukung, malam munajat tersebut bukan sekadar agenda seremonial. Mereka memaknainya sebagai ikhtiar batin menjelang detik-detik yang dianggap menentukan perjalanan politik dan kepemimpinan Abdul Wahid. Meski demikian, mereka juga menyatakan menghormati proses peradilan yang sedang berlangsung dan menunggu putusan majelis hakim.
Suasana haru beberapa kali terlihat ketika doa dipanjatkan secara khusus untuk Abdul Wahid beserta keluarganya. Sebagian peserta tampak menitikkan air mata, sementara yang lain terus mengamini setiap doa yang dipimpin secara bergantian.
Asri Auzar menilai besarnya antusiasme masyarakat menunjukkan adanya solidaritas yang kuat terhadap Abdul Wahid.
“Saya yakin orang baik akan bersama orang baik. Kehadiran masyarakat malam ini adalah bukti adanya harapan besar agar keadilan ditegakkan sesuai fakta dan hukum yang berlaku,” tuturnya.
Kini, seluruh perhatian tertuju pada ruang sidang Pengadilan Negeri Pekanbaru. Putusan yang akan dibacakan majelis hakim tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian persidangan, tetapi juga menjadi momen yang dinantikan oleh para pendukung, keluarga, dan masyarakat yang mengikuti perkembangan perkara tersebut.
Apa pun hasilnya nanti, malam munajat di depan Kantor DPD PKB Riau telah menjadi saksi bagaimana doa, harapan, dan solidaritas masyarakat menyatu dalam penantian terhadap putusan yang akan menentukan babak berikutnya dalam perjalanan hukum Abdul Wahid.




