Api Belum Menyala, Prajurit Sudah Bergerak!

Militer0 Dilihat
Babinsa Tangkerang Timur Sisir Wilayah Cegah Karhutla Sejak Dini

PEKANBARU,saturealita.com/-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan jajaran TNI di wilayah Kota Pekanbaru.

Langkah antisipatif kembali dilakukan Babinsa Tangkerang Timur Koramil 07/Tenayan Raya Kodim 0301/Pekanbaru dengan turun langsung ke lapangan untuk memastikan potensi munculnya titik api dapat ditekan sedini mungkin.
Pada Jumat, 7 Agustus 2026 sekitar pukul 13.15 WIB, Babinsa Tangkerang Timur Koramil 07/TR Kodim 0301/PBR, Peltu Afrianto, melaksanakan kegiatan patroli sekaligus sosialisasi pencegahan karhutla di sejumlah kawasan yang menjadi bagian dari wilayah binaannya.

Patroli tersebut menyasar beberapa ruas dan kawasan permukiman, di antaranya Jalan H. Ismail, Jalan Simpang Jengkol, Jalan Kampung Baru, hingga Jalan Hangtuah Ujung.
Kegiatan tidak sekadar menjadi agenda pemantauan wilayah, tetapi juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya pembakaran hutan dan lahan secara sembarangan.

Dalam kegiatan tersebut, Peltu Afrianto mengimbau warga agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, baik untuk kepentingan membuka lahan, membersihkan semak, maupun aktivitas lainnya yang berpotensi menimbulkan api dan berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan.

Pesan tersebut dinilai penting mengingat kondisi lingkungan yang rawan mengalami kebakaran apabila terdapat aktivitas pembakaran terbuka tanpa pengawasan. Karena itu, pencegahan menjadi langkah utama yang terus ditekankan kepada masyarakat.

“Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Pencegahan harus dilakukan sejak dini,” menjadi semangat utama dalam kegiatan patroli tersebut. Babinsa juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjaga lingkungan masing-masing, tetapi turut berperan aktif apabila menemukan adanya aktivitas pembakaran lahan maupun indikasi munculnya asap dan titik api.

Kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem deteksi dini karhutla. Informasi sekecil apa pun mengenai potensi kebakaran diharapkan dapat segera disampaikan sehingga langkah penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Dalam patroli kali ini, kondisi wilayah terpantau relatif aman. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap. Data Posko Karhutla mencatat koordinat pemantauan berada pada Latitude 0.509385 dan Longitude 101.532125.

Tidak ditemukannya titik api maupun asap menjadi kabar positif, namun kondisi tersebut tidak membuat kewaspadaan diturunkan. Justru pemantauan rutin terus dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla.

Kegiatan patroli tersebut melibatkan satu personel TNI dan satu personel Masyarakat Peduli Api (MPA). Untuk mendukung mobilitas selama pelaksanaan patroli, personel menggunakan satu unit sepeda motor.

Kehadiran Babinsa bersama unsur masyarakat di lapangan menunjukkan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Aparat tidak dapat bekerja sendiri, sehingga kesadaran dan kepedulian warga menjadi faktor penting dalam menjaga wilayah tetap aman dari ancaman kebakaran.

Karhutla bukan hanya berpotensi merusak lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menurunkan kualitas udara, mengancam kesehatan, serta menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi. Karena itu, tindakan pencegahan melalui patroli dan edukasi masyarakat menjadi salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Babinsa sebagai aparat kewilayahan memiliki peran penting dalam membangun komunikasi langsung dengan masyarakat. Melalui kegiatan patroli seperti ini, aparat dapat mengetahui kondisi wilayah sekaligus menyampaikan berbagai imbauan terkait keamanan dan ketertiban lingkungan.

Peltu Afrianto juga terus mengingatkan masyarakat agar menghindari tindakan yang dapat menjadi pemicu kebakaran. Apabila menemukan adanya lahan yang terbakar atau aktivitas pembakaran yang berpotensi meluas, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan aparat terkait.
Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci dalam menjaga wilayah Pekanbaru tetap aman dari ancaman karhutla.

Patroli yang dilakukan pada Jumat siang tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa langkah pencegahan tidak mengenal kata terlambat. Selama potensi ancaman masih ada, kewaspadaan harus terus dijaga.
Dengan hasil pemantauan hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap nihil, kondisi wilayah yang dipantau Peltu Afrianto bersama personel MPA berada dalam keadaan aman dan kondusif.

Jajaran Babinsa Koramil 07/TR Kodim 0301/PBR pun terus mendorong masyarakat agar menjadikan pencegahan karhutla sebagai tanggung jawab bersama.
Sebab, menjaga hutan dan lahan bukan hanya tugas aparat, tetapi merupakan kewajiban seluruh elemen masyarakat. Satu percikan api dapat berubah menjadi bencana besar, sementara satu kepedulian masyarakat dapat menjadi benteng pertama untuk mencegahnya.

Melalui patroli rutin, sosialisasi, deteksi dini dan sinergi dengan masyarakat, upaya menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan bebas dari ancaman karhutla di wilayah Pekanbaru diharapkan dapat terus dipertahankan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *