Dari Masjid Nurul Jamal, Tangkerang Timur, MTQ Dipersiapkan

Militer0 Dilihat
Sinergi Babinsa, Kelurahan dan Warga Menyalakan Semangat Qur’ani

Pekanbaru,saturealita.com/-Semangat membumikan nilai-nilai Al-Qur’an kembali menggema di tengah masyarakat Kelurahan Tangkerang Timur. Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kelurahan mulai dimatangkan melalui rapat pembentukan panitia yang berlangsung di Masjid Nurul Jamal, Jalan Andi Jamal, Kelurahan Tangkerang Timur, Kota Pekanbaru, Rabu (19/8/2026).

Rapat yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan penyelenggaraan MTQ agar dapat berlangsung tertib, terarah, serta mampu melibatkan seluruh unsur masyarakat. Dalam forum tersebut, berbagai gagasan dan kebutuhan pelaksanaan kegiatan dibahas bersama dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong.

Babinsa Kelurahan Tangkerang Timur, Peltu Afrianto dari Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, turut hadir dalam rapat tersebut. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari sinergi antara aparat kewilayahan, pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, serta unsur kemasyarakatan dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan kehidupan sosial masyarakat.

Rapat tersebut dihadiri Lurah Tangkerang Timur Raja Yupi Suwansyah, S.STP., Babinsa Tangkerang Timur Peltu Afrianto, Kasi Kesra Kelurahan, Ketua LPM Kelurahan, para ketua RW dan RT se-Kelurahan Tangkerang Timur, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu majelis taklim.

Kehadiran berbagai elemen tersebut memperlihatkan bahwa MTQ bukan semata-mata agenda perlombaan membaca atau melantunkan ayat suci Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan MTQ dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, membangun kepedulian sosial, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keagamaan.
Dalam rapat, agenda utama yang dibahas adalah pembentukan susunan kepanitiaan MTQ tingkat Kelurahan Tangkerang Timur. Pembentukan panitia menjadi langkah awal untuk memastikan setiap unsur pelaksanaan memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas, mulai dari persiapan teknis hingga koordinasi pelaksanaan kegiatan.

Selain menyusun kepanitiaan, peserta rapat juga membicarakan mekanisme pelaksanaan MTQ. Berbagai hal yang dianggap penting turut dibahas agar seluruh rangkaian kegiatan nantinya dapat berjalan sesuai rencana dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Keterlibatan para ketua RT dan RW menjadi salah satu kekuatan penting dalam persiapan tersebut. Sebagai unsur yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, RT dan RW memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, menggerakkan partisipasi warga, serta membangun suasana kebersamaan di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, kehadiran ibu-ibu majelis taklim juga memberikan warna tersendiri dalam proses persiapan MTQ. Majelis taklim sebagai bagian dari kekuatan sosial keagamaan masyarakat diharapkan dapat turut memberikan dukungan dalam menyukseskan kegiatan sekaligus memperkuat semangat pembinaan keagamaan di tengah lingkungan masyarakat.

Dari sisi kewilayahan, kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara aparat teritorial dengan pemerintah serta masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini, hubungan antara Babinsa dan warga dapat terus diperkuat sehingga tercipta suasana lingkungan yang harmonis, aman, dan kondusif.

MTQ tingkat kelurahan diharapkan tidak hanya menjadi momentum untuk mencari bibit-bibit potensial dalam bidang tilawah dan cabang-cabang lainnya, tetapi juga menjadi sarana membangun karakter generasi yang berakhlak, memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, kegiatan keagamaan di tingkat kelurahan memiliki arti penting sebagai ruang pembinaan moral dan sosial. Karena itu, persiapan yang dilakukan secara bersama-sama diharapkan mampu menghadirkan MTQ yang bukan hanya meriah secara kegiatan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Semangat gotong royong yang terlihat dalam rapat menjadi modal penting bagi panitia untuk melanjutkan tahapan persiapan berikutnya. Dengan komunikasi yang baik antara pemerintah kelurahan, aparat kewilayahan, tokoh masyarakat, RT/RW, majelis taklim, dan seluruh elemen warga, pelaksanaan MTQ diharapkan dapat berjalan dengan tertib dan sukses.

Rapat pembentukan panitia tersebut selesai sekitar pukul 15.30 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.

Dari Masjid Nurul Jamal, sebuah ikhtiar kecil mulai disusun. Bukan sekadar tentang sebuah perlombaan, tetapi tentang bagaimana semangat Al-Qur’an dapat terus hadir di tengah masyarakat, menyatukan berbagai elemen warga, dan menjadi energi positif dalam membangun lingkungan Kelurahan Tangkerang Timur yang religius, harmonis, serta penuh kebersamaan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *