Babinsa dan Zidam Siapkan Sumur Bor untuk Antisipasi Krisis Air di Tenayan Raya
Pekanbaru, saturealita.com/-Upaya memperkuat kesiapsiagaan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya kembali dilakukan melalui pemeriksaan potensi sumber air tanah. Pada Rabu, 26 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Sertu S. Hermanto bersama Praka Dio Gones dan Kapten Czi Andang Kosara melaksanakan pengecekan terhadap tiga titik rencana sumur bor menggunakan alat geolistrik.
Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Jalan 45/Gajah Mada, RT 04/RW 02, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Pemeriksaan menggunakan metode geolistrik dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi bawah permukaan tanah sekaligus menjadi bagian dari persiapan menentukan titik pengeboran yang dinilai sesuai.
Dari hasil pengecekan lapangan, tiga titik yang menjadi sasaran pemeriksaan menunjukkan kedalaman masing-masing yang berbeda. Titik pertama tercatat sekitar 70 meter, titik kedua sekitar 70 meter, sedangkan titik ketiga mencapai sekitar 50 meter.
Data hasil pengukuran tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam pelaksanaan pengeboran. Berdasarkan rencana kegiatan, proses pengeboran akan dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Dengan demikian, pemeriksaan menggunakan geolistrik menjadi tahapan awal sebelum pekerjaan pengeboran dilakukan di lapangan.
Keterlibatan personel Zidam bersama anggota Koramil 07/Tenayan Raya menunjukkan adanya sinergi dalam mendukung pelaksanaan kegiatan teknis tersebut. Sebanyak empat personel Zidam dan dua personel Koramil 07/Tenayan Raya dilibatkan dalam kegiatan pengecekan dan persiapan di lokasi.
Selain memastikan kesiapan teknis, personel di lapangan juga melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Hasil pemantauan pada saat kegiatan menunjukkan tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap. Situasi tersebut menjadi indikator bahwa kondisi wilayah di sekitar lokasi kegiatan terpantau aman dari indikasi kebakaran lahan pada waktu pelaksanaan pemeriksaan.
Pengecekan sumber air tanah ini juga menjadi bagian penting dari upaya membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai kondisi yang dapat muncul di wilayah perkotaan maupun kawasan yang memiliki kebutuhan terhadap sumber air alternatif. Keberadaan sumur bor diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan air apabila sumber air konvensional mengalami keterbatasan.
Penggunaan alat geolistrik sebelum pengeboran juga menjadi langkah untuk memperoleh informasi awal mengenai struktur bawah permukaan. Dengan adanya data tersebut, pelaksanaan pengeboran diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis di lapangan.
Bagi wilayah Tenayan Raya, keberadaan sumber air alternatif memiliki nilai strategis, terutama dalam mendukung kesiapan menghadapi kondisi darurat maupun kebutuhan tertentu masyarakat dan lingkungan. Karena itu, proses dari pemeriksaan awal, penentuan titik, hingga pengeboran perlu dilakukan secara cermat agar hasilnya dapat memberikan manfaat maksimal.
Kegiatan yang melibatkan unsur Koramil 07/Tenayan Raya dan Zidam tersebut berlangsung tertib, aman dan lancar. Seluruh rangkaian pengecekan tiga titik sumur bor dapat dilaksanakan sesuai rencana, dengan hasil pengukuran menjadi dasar untuk tahapan pekerjaan berikutnya.
Rencana pengeboran pada Kamis, 27 Agustus 2026 menjadi kelanjutan dari proses pemeriksaan yang telah dilakukan. Masyarakat di sekitar lokasi diharapkan dapat mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga kondisi lingkungan selama kegiatan berlangsung.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya berbicara mengenai penanganan ketika persoalan telah terjadi, tetapi juga tentang menyiapkan infrastruktur pendukung sejak dini. Dari tiga titik yang diperiksa menggunakan geolistrik, diharapkan proses pengeboran nantinya mampu menemukan sumber air tanah yang dapat dimanfaatkan secara optimal.
Dengan sinergi antara personel teknis Zidam dan jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, kegiatan di Jalan 45/Gajah Mada tersebut menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kesiapan sumber daya air di wilayah Tenayan Raya. Pemeriksaan yang dilakukan hari ini pun menjadi pijakan awal menuju tahap pengeboran dan pemanfaatan sumur bor ke depannya.***






