Patroli Karhutla Tenayan Raya Perketat Pengawasan

Militer0 Dilihat
Babinsa dan Warga Sisir Lahan Bekas Terbakar, Titik Api Nihil

Pekanbaru,saturealita.com/-Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan di wilayah Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Langkah antisipatif tersebut dilakukan untuk memastikan lahan yang sebelumnya terbakar tidak kembali memunculkan bara maupun titik api yang berpotensi meluas dan mengancam lingkungan serta permukiman warga.

Pada Jumat, 28 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Sertu S. Hermanto, bersama warga Kelurahan Industri Tenayan melaksanakan patroli dan pemantauan terhadap sejumlah lahan yang sebelumnya terdampak kebakaran. Pemantauan tersebut mencakup lahan milik Pemerintah Kota Pekanbaru serta lahan milik warga yang dikenal sebagai lahan Pak Azar.

Dalam kegiatan tersebut, petugas bersama masyarakat melakukan penyisiran pada area yang dilaporkan pernah terbakar dengan luasan sekitar 5 hektare dan 2 hektare. Patroli tidak hanya difokuskan untuk memastikan kondisi lahan pascakebakaran, tetapi juga menjadi bagian dari langkah pencegahan agar tidak terjadi kebakaran susulan, terutama di kawasan yang memiliki potensi mudah terbakar.

Selain melakukan pemantauan secara langsung, Babinsa juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman karhutla.

Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api, terutama pembakaran terbuka yang berpotensi tidak terkendali ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung penyebaran api.
Rute patroli dilakukan melalui Jalan Tenayan Jaya Ujung, Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, kemudian dilanjutkan menuju kawasan Jalan 45/Gajah Mada, Kelurahan Industri Tenayan. Kedua lokasi tersebut menjadi bagian dari wilayah yang mendapat perhatian dalam upaya pengawasan dan pencegahan karhutla jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru.

Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Berdasarkan laporan kegiatan, hotspot nihil, titik api nihil dan titik asap nihil. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bahwa pada saat patroli berlangsung tidak ditemukan indikasi kebakaran aktif maupun kepulan asap yang mengarah pada munculnya titik api baru.

Pemantauan dilakukan pada koordinat Latitude 0.555828° dan Longitude 101.572742° sebagai salah satu titik pemantauan karhutla. Pemeriksaan lapangan secara langsung dinilai penting untuk memastikan kondisi sebenarnya, sebab potensi kebakaran pada lahan yang sebelumnya terbakar tetap perlu diawasi guna mengantisipasi kemungkinan munculnya bara tersembunyi.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur TNI sebanyak satu personel, satu orang Masyarakat Peduli Api (MPA) serta lima orang masyarakat. Dengan keterlibatan warga, patroli sekaligus menjadi bentuk sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.

Patroli menggunakan satu unit sepeda motor sebagai sarana mobilitas menuju sejumlah lokasi yang menjadi sasaran pemantauan. Meskipun dilaksanakan dengan personel terbatas, kegiatan tetap diarahkan pada pengawasan wilayah secara efektif serta membangun komunikasi langsung dengan masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan.

Peran masyarakat dalam pencegahan karhutla menjadi salah satu faktor penting. Aparat kewilayahan tidak dapat bekerja sendiri karena masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi mata serta telinga pertama ketika muncul tanda-tanda kebakaran. Karena itu, edukasi dan komunikasi secara berkelanjutan menjadi bagian penting dari strategi pencegahan.

Kegiatan Babinsa bersama warga ini juga memperlihatkan bahwa penanganan karhutla tidak semata-mata dilakukan ketika api sudah membesar. Pencegahan melalui patroli, pemantauan lahan, sosialisasi dan deteksi dini justru menjadi langkah strategis agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

Kondisi nihil hotspot, nihil titik api dan nihil titik asap pada saat patroli menjadi kabar yang menggembirakan. Namun, situasi tersebut tidak berarti pengawasan dapat dihentikan. Lahan yang pernah terbakar tetap membutuhkan perhatian karena perubahan kondisi cuaca, aktivitas manusia dan kondisi vegetasi dapat sewaktu-waktu meningkatkan risiko terjadinya kebakaran kembali.

Melalui kegiatan tersebut, jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru bersama masyarakat menunjukkan komitmen untuk menjaga wilayah Tenayan Raya tetap aman dari ancaman karhutla. Patroli sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kewaspadaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan patroli dan sosialisasi tersebut berlangsung dalam keadaan tertib, aman dan lancar. Dengan terus diperkuatnya patroli serta kesadaran masyarakat, diharapkan wilayah Kelurahan Industri Tenayan dan kawasan rawan lainnya di Kecamatan Tenayan Raya dapat terhindar dari kebakaran yang berpotensi menimbulkan kerugian lingkungan, kesehatan maupun sosial bagi masyarakat.

Api mungkin padam dalam hitungan jam, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut padam. Di tengah ancaman karhutla yang selalu mengintai, patroli dan kepedulian masyarakat menjadi benteng awal untuk menjaga Pekanbaru tetap aman dari bencana asap dan kebakaran lahan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *