Empat Jalur Rawan Karhutla Disisir di Tenayan Raya
Pekanbaru, saturealita.com/-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak diberi ruang untuk berkembang. Di tengah kondisi wilayah yang memiliki titik-titik rawan kebakaran, jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, terus memperkuat langkah pencegahan melalui patroli sekaligus sosialisasi kepada masyarakat.
Pada Rabu, 2 September 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya, Serma Herman, turun langsung melaksanakan patroli dan sosialisasi pencegahan karhutla di sejumlah wilayah yang menjadi bagian dari jajaran Koramil 07/Tenayan Raya.
Patroli tersebut menyasar sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman di Kelurahan Tuah Negeri dan Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini sekaligus mengingatkan masyarakat mengenai bahaya kebakaran lahan serta dampak yang dapat ditimbulkannya terhadap lingkungan dan kehidupan warga.
Ada empat jalur yang menjadi rute patroli. Pertama, Jalan Abdul Rahmad Wahid RT 04/RW 03, Kelurahan Tuah Negeri. Selanjutnya, patroli bergerak menuju Jalan Budi Luhur RT 01/RW 07, Kelurahan Industri Tenayan.
Dua lokasi lainnya berada di Kelurahan Tuah Negeri, yakni Jalan Badak Ujung RT 02/RW 04 dan Jalan Budi Agung RT 03/RW 02. Penyisiran dilakukan bersama unsur Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai bentuk kolaborasi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga wilayah dari ancaman karhutla.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan kondisi relatif aman. Berdasarkan hasil patroli, hotspot nihil, titik api nihil, dan titik asap nihil. Kondisi tersebut menjadi indikator positif dari upaya pencegahan yang terus dilakukan secara rutin di wilayah rawan.
Dalam kegiatan tersebut, personel yang dilibatkan terdiri dari satu orang anggota TNI dan tiga orang anggota MPA. Patroli menggunakan satu unit sepeda motor sebagai sarana mobilitas untuk menjangkau sejumlah ruas yang menjadi sasaran pemantauan.
Selain melakukan pemantauan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran lahan. Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah penting karena kebakaran yang terlambat diketahui berpotensi meluas dan menimbulkan dampak lebih besar.
Kehadiran Babinsa bersama MPA menunjukkan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Pemantauan lingkungan secara rutin, kepedulian terhadap kondisi lahan, serta pelaporan cepat apabila menemukan indikasi kebakaran menjadi bagian penting dalam menjaga wilayah tetap aman.
Patroli berakhir dengan kondisi aman dan tidak ditemukan hotspot, titik api maupun titik asap di sepanjang rute yang dipantau. Upaya tersebut sekaligus mempertegas komitmen jajaran Koramil 07/Tenayan Raya dalam melakukan pencegahan karhutla melalui pendekatan patroli, deteksi dini, sosialisasi dan sinergi bersama masyarakat. ***
Pesannya jelas: sebelum api membesar, pencegahan harus lebih dulu bergerak. Tenayan Raya dijaga, lingkungan dilindungi, dan ancaman karhutla ditekan sejak dari titik awal.***






