Serka Susanto Sisir Tenayan Raya, Hotspot dan Titik Api Nihil
Pekanbaru, Saturealita.com-Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak boleh menunggu hingga api membesar. Prinsip itulah yang terus dikedepankan jajaran Koramil 07/Tenayan Raya, Kodim 0301/Pekanbaru, dengan memperkuat langkah pencegahan melalui patroli rutin dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.
Kamis, 3 September 2026, sekitar pukul 11.00 WIB, Babinsa Koramil 07/Tenayan Raya Serka Susanto bersama dua personel Masyarakat Peduli Api (MPA) turun langsung melakukan patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla di wilayah Kelurahan Industri Tenayan, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Patroli menyasar kawasan Jalan 45, Kelurahan Industri Tenayan. Kehadiran personel di lapangan menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki potensi kerawanan terhadap Karhutla.
Dengan menggunakan satu unit sepeda motor, tim bergerak melakukan pemantauan kondisi lingkungan. Selain memeriksa situasi lapangan, kegiatan juga diarahkan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan bersama. Aparat dan warga diharapkan dapat menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi setiap potensi munculnya api maupun asap.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi wilayah yang dipatroli dalam keadaan aman. Hotspot nihil, titik api nihil, dan titik asap juga nihil. Tidak ditemukan indikasi kebakaran pada saat kegiatan berlangsung.
Patroli dilakukan pada titik koordinat 0.551827° Lintang dan 101.521318° Bujur, dengan melibatkan satu personel TNI dan dua personel MPA. Sinergi tersebut menjadi gambaran bahwa upaya menjaga wilayah dari ancaman Karhutla tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi membutuhkan partisipasi masyarakat secara aktif.
Langkah preventif seperti ini menjadi penting karena kebakaran lahan dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, pencemaran udara hingga terganggunya aktivitas masyarakat. Karena itu, patroli dan sosialisasi dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan agar potensi ancaman dapat ditekan sedini mungkin.
Pesannya sederhana namun tegas: jangan tunggu asap mengepul dan api membesar. Pencegahan harus dimulai sebelum percikan berubah menjadi bencana.
Kegiatan patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla tersebut berlangsung tertib, aman dan lancar, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga kawasan Tenayan Raya tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. ***











