PEKANBARU, Saturealita.com – Kabar bahagia menyelimuti keluarga Wanton, S.H., M.H., M.Si., dan Kasmila Depi. Putri sulung mereka, Apt. Wirahma Indah Pratiwi, S.Farm., resmi menyandang gelar apoteker setelah meraih predikat cumlaude dalam Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Apoteker Angkatan XV Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker STIFAR Riau Tahun 2026, Rabu (14/10/2026).
Prosesi yang berlangsung di Aula STIFAR Riau, Pekanbaru, tersebut menjadi momen bersejarah bagi para lulusan dan keluarga mereka. Pada kesempatan itu, STIFAR Riau melantik dan mengambil sumpah 115 apoteker baru yang siap mengabdikan kompetensinya di bidang kesehatan.
Sejumlah tokoh turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Ketua STIFAR Riau Dr. Apt. Endah Mora, M.Farm., Ketua Pembina Ikatan Apoteker Indonesia Pusat Nurul Falah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, S.Kep., M.H., Ketua Yayasan Universitas Riau Prof. Sujianto, serta Sekretaris Yayasan Universitas Riau Drs. Jasril, M.Si., M.Hum. Selain itu, jajaran dosen dan ratusan orang tua hadir untuk menyaksikan pencapaian para lulusan.
Raih Cumlaude, Buah Perjuangan dan Ketekunan
Suasana haru semakin terasa ketika Wirahma maju mengikuti prosesi pengambilan sumpah. Bagi keluarganya, pencapaian tersebut bukan sekadar keberhasilan akademik, melainkan buah perjuangan, ketekunan, dan kesungguhan belajar selama bertahun-tahun.
Predikat cumlaude yang diraih Wirahma pun menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua orang tuanya. Wanton mengungkapkan bahwa dukungan keluarga memang penting, tetapi keberhasilan tersebut tidak lepas dari usaha dan kedisiplinan sang putri dalam menempuh pendidikan.
“Ini momen penting bagi keluarga kami. Sebagai orang tua, kami sudah berusaha memberikan dukungan semaksimal mungkin. Namun, anak kami sendiri yang berjuang, belajar dengan tekun, dan bersungguh-sungguh. Hari ini, ia resmi menjadi apoteker. Tidak ada yang lebih membahagiakan daripada melihat anak mampu mengemban amanah profesi kesehatan dengan predikat cumlaude,” ujar Wanton dengan mata berkaca-kaca, didampingi sang istri, Kasmila Depi.
Lebih jauh, Wanton berharap keberhasilan tersebut menjadi awal pengabdian putrinya kepada masyarakat. Ia juga berharap seluruh apoteker baru STIFAR Riau senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan profesi.
Sumpah Apoteker, Janji Pengabdian kepada Kemanusiaan
Di balik kebahagiaan kelulusan, pengambilan sumpah menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang apoteker. Melalui ikrar profesi, para lulusan menegaskan komitmen untuk mengutamakan kepentingan kemanusiaan, menjaga kerahasiaan pasien, menaati hukum, serta menjalankan tugas sesuai dengan etika dan martabat profesi.
Selain itu, sumpah tersebut menuntut setiap apoteker menggunakan ilmu kefarmasian secara bertanggung jawab. Mereka harus menghindari penyalahgunaan pengetahuan untuk tindakan yang bertentangan dengan hukum dan nilai kemanusiaan.
Dalam memberikan pelayanan, apoteker juga wajib menjunjung kesetaraan dan menghormati setiap pasien tanpa membedakan agama, kebangsaan, suku, pandangan politik, maupun kedudukan sosial.
Dengan demikian, sumpah apoteker tidak sekadar menjadi formalitas kelulusan. Sebaliknya, ikrar tersebut merupakan pedoman moral yang harus menyertai setiap keputusan dan tindakan dalam pelayanan kesehatan.
Lebih dari Sekadar Obat, Apoteker Menjaga Keselamatan Pasien
Tanggung jawab seorang apoteker jauh melampaui penyediaan dan penyerahan obat. Di balik jas putih yang dikenakan, mereka memikul amanah untuk membantu menjaga keselamatan masyarakat melalui pengembangan sediaan farmasi, pemantauan terapi, edukasi pasien, serta pengawasan keamanan dan mutu produk kesehatan.
Peran tersebut mencakup sejumlah bidang penting.
Pertama, farmasetika dan teknologi farmasi. Melalui bidang ini, apoteker mempelajari perancangan dan pengembangan sediaan obat agar memenuhi persyaratan mutu, keamanan, serta ketepatan dosis. Dengan formulasi yang tepat, obat dapat memberikan manfaat terapi sesuai tujuan penggunaannya.
Kedua, farmakologi dan farmasi klinis. Apoteker membantu memastikan penggunaan obat berlangsung secara tepat dan aman. Mereka menelaah dosis, kemungkinan interaksi antarobat, serta risiko efek samping. Selain itu, mereka memberikan edukasi agar pasien memahami cara menggunakan obat dengan benar, sejalan dengan semangat Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat).
Ketiga, kimia medisinal dan penelitian. Dalam bidang ini, apoteker berkontribusi pada penelitian dan pengembangan senyawa obat serta pencarian pendekatan terapi yang lebih efektif dan aman.
Keempat, hukum dan etika kefarmasian. Apoteker turut mendukung pengawasan peredaran obat palsu, vaksin palsu, kosmetik ilegal, serta produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan. Mereka juga membantu memastikan penggunaan narkotika dan psikotropika berlangsung sesuai peraturan perundang-undangan.
Oleh karena itu, kehadiran apoteker menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan. Kompetensi dan integritas mereka turut menentukan keamanan pengobatan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan obat dan produk kesehatan secara tepat.
STIFAR Riau Dorong Lulusan Terus Belajar
Sejalan dengan tanggung jawab tersebut, Ketua STIFAR Riau Dr. Apt. Endah Mora mengingatkan para lulusan agar menjaga nama baik almamater dan terus mengembangkan kompetensi.
Pesan itu penting karena ilmu kefarmasian terus berkembang mengikuti kemajuan teknologi, penemuan obat, dan perubahan tantangan kesehatan masyarakat. Karena itu, seorang apoteker perlu memperbarui pengetahuan serta meningkatkan keterampilan agar mampu memberikan pelayanan sesuai perkembangan ilmu dan standar profesi.
Dengan demikian, gelar apoteker bukanlah akhir perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab profesional yang menuntut pembelajaran sepanjang hayat.
Pencapaian Wirahma Indah Pratiwi bersama 114 apoteker baru lainnya menjadi kabar membanggakan bagi keluarga, almamater, dan dunia kesehatan di Riau. Lebih dari sekadar gelar, keberhasilan tersebut membawa harapan agar ilmu kefarmasian semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selamat kepada Apt. Wirahma Indah Pratiwi, S.Farm., dan seluruh apoteker baru STIFAR Riau. Semoga ilmu yang diperoleh menjadi jalan pengabdian, serta setiap langkah profesi senantiasa berpihak pada keselamatan dan kemanusiaan. (***)








