Kilas balik 10 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia
Pemerhati Intelektual dan Akademisi by *Peri Akri*
Saudaraku
PERTUMBUHAN, ekonomi Indonesia selama sepuluh tahun terakhir mencatatkan fluktuasi.
Berikut rincian pertumbuhan ekonomi Indonesia dari tahun 2014 hingga 2023
Tahun 2014-2019
2014: 5,01%
2015: 4,88%
2016: 5,03%
2017: 5,07%
2018: 5,17%
2019: 5,02%
Dampak Pandemi Covid-19
2020: -2,07% karena pandemi Covid-19 dan pembatasan sosial ¹ ², 2021: 3,70% sebagai pemulihan dari pandemi ¹ ²
Pemulihan dan Pertumbuhan
2022: 5,31%, pertumbuhan tertinggi sejak 2013 ¹ ², 2023: 5,05% ¹, 2024 (Triwulan I): 5,11% ³ *Sumber Badan Pusat Statist*
Diprediksi akhir tahun 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia ditutup dengan angka 5%.
Dengan memperhatikan angka angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 10 tahun terakhir tersebut diatas dan memperhatikan kondisi sosial politik dalam negeri serta kondisi ekonomi global kami memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 tidak akan jauh dari pertumbuhan ekonomi 2024, 5,1% – 5,3% inflasi 2025 di prediksi diangka 1,5% – 3% banyak variabel ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk bisa 7% sd 8% (syarat utama untuk negara dengan predikat Negara maju) dengan kondisi sosial politik dalam negeri (KKN), hukum masih tumpul keatas keatas tajam kebawah, potensi ledakan sosial karena pergeseran kelompok menengah 9 juta orang lebih menjadi warga baru kelompok miskin, daya beli yg rendah angka pengangguran masih tinggi) serta ego centris kawasan
Perlu kepemimpinan yang kuat dan jelas, membalikkan keadaan menuju keberdayaan dan kedigdayaan negeri yang penuh keberlimpahan ini
InshaAllah negeri negara ini mestinya mampu tumbuh ekonominya dua digit (10% – 12%) dengan asumsi harus ada tindakan yang revolusioner tapi tidak berdarah darah melalui UU perampasan aset! Merasionalisasi aset para koruptor dan pelaku bisnis usaha yang tidak taat hukum dan tidak beretika!
Saudaraku
Untuk kepentingan dan kemaslahatan semua elemen bangsa
Demi kepentingan (keamanan) nasional dan tegaknya (NKRI ) persatuan dan kesatuan bangsa dan demi keberlanjutan negeri ini yang bernama numerik +62.
Memperhatikan (makro ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya) yang terpapar dan terpertontonkan di khalayak ramai ditengah tengah kehidupan masyarakat negeri digdaya yang belum berdaya ini.
Demi keberlanjutan keberlangsungan negara ini, kembali dalam perspektif kami menyampaikan untuk bahan pertimbangan segera dilakukan keputusan besar oleh Presiden RI.
Ketika hukum sudah sangat tumpul keatas dan sangat tajam kebawah, keras ke lawan lembut ke kawan, jalur koordinasi antar lembaga terindikasi sudah sangat tidak efektif.
Para pihak terkesan saling “menyandera kepentingan”, lini arus bawah sibuk dengan keterbatasannya hingga cenderung “lelah pikir & lelah peduli”, patut diduga akan terjadi apatisme tingkat akut. Yang pada gilirannya akan terjadi hal hal yang mencerminkan kehidupan seperti “negeri kota zombie.” Tiada lain yang bisa dilakukan saat ini dalam perspektif kami Indonesia Shutdown, Restart balik ke pangkal.
Segera di syahkan dan diberlakukan UU (atau Perpukan) Perampasan hak dan aset para Koruptor dan dimiskinkan utk Negara.
Untuk hal tersebut diatas semua hanya bisa dilakukan atas izin Allah SWT oleh Presiden Republik Indonesia sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara serta Panglima Tertinggi Republik Indonesia.
Mari kita doakan pemimpin tertinggi negeri, diberikan kesehatan, kekuatan, dan kejernihan hati & pikiran untuk melakukan hal (keputusan) besar ini demi terwujudnya cita-cita Republik menuju capaian besar dan hebatnya bangsa ini
Sekali lagi kami ingin menegaskan komitmen argumen: Carut Marut, Kusut Masai negeri ini hanya bisa diselesaikan oleh kebijakan kekuasaan Presiden Republik Indonesia sebagai Kepala Pemerintahan dan Kepala Negara serta Panglima Tertinggi, Insyaa Allah.
Semoga Presiden kita senantiasa selalu dalam lindungan Allahu SWT, dan Indonesia mampu dan bisa.
Indonesia mampu dan bisa menjadi poros baru lokomotif ekonomi Syar’i di Asia dan bukan tidak mungkin utk Dunia dgn menjemput janji Robb bahwa disuatu ketika ada yg bakal menjadi Khalifah seluruh Bangsa.***

