Tongkat Estafet Kepemimpinan Dimulai demi Menjaga Tradisi Prestasi Atlet Disabilitas
PEKANBARU,saturealita.com/-Semangat melanjutkan perjuangan dan menjaga prestasi olahraga disabilitas mewarnai pembukaan Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Riau yang digelar di Hotel Furaya Pekanbaru, Senin malam (6/7/2026).
Agenda penting organisasi ini menjadi momentum menentukan arah baru kepemimpinan NPCI Riau setelah wafatnya Ketua NPCI Riau, Jaya Kusuma.
Musprovlub secara resmi dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau.
Hadir pula sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan olahraga, di antaranya Kadispora Riau, perwakilan Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau, Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna), Ketua NPCI Tanjung Pinang, serta seluruh Ketua NPCI kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Suasana pembukaan berlangsung penuh kekhidmatan. Sebelum memasuki agenda sidang, seluruh peserta bersama-sama mengirimkan doa kepada almarhum Jaya Kusuma yang selama masa kepemimpinannya dikenal berhasil membawa NPCI Riau meraih berbagai prestasi membanggakan di tingkat nasional.
Pelaksana Tugas Ketua NPCI Riau, Indra Warman, menegaskan bahwa Musprovlub merupakan amanat organisasi yang harus dilaksanakan sebagai bentuk keberlanjutan roda kepemimpinan.
Menurutnya, forum tersebut bukan hanya memilih pemimpin baru, tetapi juga menjadi wadah memperkuat komitmen seluruh insan olahraga disabilitas dalam membangun organisasi yang semakin profesional dan berprestasi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Musprovlub ini dapat terlaksana dengan baik. Harapan kami, forum ini melahirkan keputusan terbaik untuk kemajuan NPCI Riau di masa mendatang,” ujarnya.
Indra menambahkan, perjalanan NPCI Riau selama ini tidak dibangun oleh satu orang semata. Kemajuan organisasi lahir dari semangat kebersamaan, kekompakan, dan kerja kolektif seluruh pengurus, pelatih, atlet hingga pemerintah daerah.
Ia menilai, kesinambungan program pembinaan menjadi faktor penting yang harus terus dipertahankan agar prestasi atlet-atlet paralimpik Riau tetap mampu bersaing di level nasional bahkan internasional.
“Semangat inilah yang menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan berbagai terobosan dalam meningkatkan kualitas pembinaan seluruh cabang olahraga di bawah naungan NPCI Riau,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, Yurnalis Basri, S.Sos., M.Si., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam mendukung perkembangan olahraga disabilitas.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan pembinaan atlet NPCI karena telah terbukti mampu mengharumkan nama Provinsi Riau melalui berbagai ajang olahraga nasional.
“Selagi masih mampu berbuat, mari kita lakukan yang terbaik. Pemerintah Provinsi Riau melalui Plt Gubernur sangat memberikan peluang dan dukungan bagi kemajuan NPCI Riau,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Organisasi NPCI, Drs. Rio Suseno, mengaku optimistis terhadap masa depan organisasi tersebut. Ia melihat NPCI Riau memiliki fondasi yang kuat karena dibangun dengan semangat pengabdian dan integritas tinggi yang diwariskan almarhum Jaya Kusuma.
Dengan mata berkaca-kaca, Rio mengenang sosok almarhum sebagai pemimpin yang mampu menyatukan seluruh elemen organisasi dan selalu mengutamakan kepentingan atlet di atas kepentingan pribadi.
“Kekuatan NPCI Riau sangat luar biasa. Semua itu tidak terlepas dari perjuangan dan integritas almarhum Jaya Kusuma yang telah memberikan teladan bagi kita semua. Tugas kita sekarang adalah melanjutkan perjuangan beliau agar prestasi NPCI Riau terus meningkat,” ungkapnya.
Musprovlub NPCI Riau kali ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepemimpinan baru yang mampu menjaga soliditas organisasi, memperkuat sinergi dengan pemerintah, serta menghadirkan program pembinaan yang lebih inovatif demi melahirkan atlet-atlet paralimpik berprestasi yang mampu mengharumkan nama Riau di pentas nasional maupun internasional. ***





