Rumah Tangga Didorong Menuju Kemandirian
PEKANBARU,saturealita.com/-Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Provinsi Riau kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat dari sektor ekonomi kerakyatan. Tidak lagi sebatas menjalankan fungsi sosial dan penguatan organisasi, ORI Riau kini menghadirkan terobosan nyata melalui kegiatan Edukasi dan Simulasi Budidaya Jamur Tiram yang digelar di Kafe Senja Dinanti, Jalan Taman Sari, Kota Pekanbaru, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga selesai tersebut menjadi langkah awal ORI Riau dalam menggerakkan potensi ekonomi masyarakat melalui usaha budidaya jamur tiram. Puluhan peserta dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti materi dan praktik langsung yang dipandu oleh narasumber berpengalaman.
Ketua DPD ORI Provinsi Riau, Erick Suryadi R Amd AAIJ, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari misi besar organisasi untuk melahirkan masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Menurutnya, jamur tiram dipilih karena memiliki prospek usaha yang menjanjikan, mudah dibudidayakan, tidak membutuhkan lahan luas, serta memiliki permintaan pasar yang terus meningkat.
“ORI hadir untuk masyarakat dan kembali kepada masyarakat. Kami ingin memberikan solusi nyata melalui inovasi ekonomi kerakyatan agar masyarakat memiliki peluang usaha yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya di hadapan para peserta.
Ia menjelaskan, budidaya jamur tiram tidak hanya menjadi peluang bisnis baru, tetapi juga dapat menjadi sumber penghasilan tambahan, khususnya bagi ibu rumah tangga, pemuda, hingga kelompok usaha mikro yang ingin memulai usaha dengan modal relatif terjangkau.
Menurutnya, ketahanan ekonomi masyarakat harus dimulai dari tingkat keluarga. Karena itu, ORI Riau memilih pendekatan edukasi dan pendampingan agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung hingga menghasilkan nilai ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai proses budidaya jamur tiram mulai dari pengenalan media tanam, teknik perawatan, pengendalian hama, proses panen, hingga strategi pemasaran hasil produksi. Simulasi tersebut diharapkan mampu menjadi bekal bagi masyarakat untuk membangun usaha secara mandiri.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa ORI Riau pernah berkontribusi membantu masyarakat melalui jalur politik. Namun kini organisasi tersebut memilih memperluas perannya melalui pemberdayaan ekonomi yang dinilai lebih menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kami ingin menginspirasi masyarakat bahwa peluang usaha itu sangat banyak. Jamur tiram hanyalah langkah awal. Ke depan akan ada berbagai program pengembangan ekonomi lainnya yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan,” katanya.
Program ini juga menjadi bagian dari visi ORI Riau dalam mendorong tumbuhnya pelaku usaha baru berbasis ekonomi rakyat. Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki usaha produktif, diharapkan tercipta lapangan pekerjaan baru sekaligus memperkuat perekonomian daerah dari bawah.
Di akhir kegiatan, Ketua DPD ORI Provinsi Riau berharap edukasi perdana tersebut menjadi awal dari gerakan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa ORI akan terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar program pemberdayaan masyarakat dapat menjangkau lebih banyak daerah di Provinsi Riau.
“Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal yang baik. Kami berharap gerakan pengembangan ekonomi masyarakat terus berkembang, melahirkan wirausaha-wirausaha baru, serta mendorong masyarakat menuju kemandirian ekonomi yang sesungguhnya,” tutupnya.***

