Bidik Laba Dari Konveksi Hingga Distribusi Air Kemasan
PEKANBARU,saturealita.com/-Tetap semangat membangun ekonomi daerah tidak mengenal hari kerja maupun hari libur. Komitmen itu kembali diperlihatkan Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Perseroda, Haris Kampay, yang tetap menjalankan agenda bisnis strategis pada Sabtu (25/7/2026) dengan menandatangani dua nota kesepahaman (MoU) bersama mitra usaha di sektor konveksi dan distribusi air minum dalam kemasan (AMDK).
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa transformasi bisnis yang tengah dijalankan SPR Perseroda terus bergerak agresif untuk memperkuat sumber-sumber pendapatan perusahaan yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau.
Bertempat di Kantor SPR Perseroda, Jalan Diponegoro Nomor 49 Pekanbaru, penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Direktur Utama SPR, Dr. H. Haris Kampay, bersama Direktur CV. Aira Nurul Rahmadani, Renaldi, serta Direktur PT. Sarana Jaya Sejahtera, Christo. Penandatanganan tersebut turut disaksikan Notaris Ira Asiska dan Sekretaris SPR, Hariyanto Karim.
Kesepakatan pertama menjalin kerja sama dengan CV. Aira Nurul Rahmadani pada sektor usaha konveksi. Haris Kampay menjelaskan, kerja sama tersebut tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan seragam maupun perlengkapan internal SPR dan seluruh anak perusahaan, tetapi juga membidik pasar yang jauh lebih luas, termasuk kebutuhan instansi Pemerintah Provinsi Riau hingga pemerintah kabupaten dan kota.
Menurutnya, sektor konveksi memiliki potensi bisnis yang besar apabila dikelola secara profesional dengan jaringan yang luas. Karena itu, SPR ingin hadir sebagai bagian dari rantai bisnis yang mampu memberikan nilai tambah sekaligus keuntungan bagi perusahaan daerah.
“Kami tidak ingin hanya menjadi pengguna jasa. SPR harus mampu menjadi bagian dari bisnis itu sendiri sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap pendapatan perusahaan dan daerah,” ungkap Haris Kampay.
Sementara itu, kerja sama kedua dilakukan bersama PT. Sarana Jaya Sejahtera yang bergerak pada distribusi air minum dalam kemasan. Melalui MoU tersebut, kedua belah pihak sepakat menjadikan PT. Sarana Jaya Sejahtera sebagai distributor tunggal dalam skema kerja sama yang telah disusun bersama SPR.
Menurut Haris Kampay, kebutuhan air minum kemasan di Riau terus mengalami peningkatan, baik untuk sektor pemerintahan, swasta maupun masyarakat umum. Kondisi tersebut dinilai sebagai peluang bisnis yang harus dimanfaatkan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar mampu menghasilkan keuntungan berkelanjutan.
Ia menegaskan, orientasi utama seluruh langkah bisnis SPR saat ini adalah memperbesar kontribusi terhadap PAD Riau melalui berbagai lini usaha yang produktif.
“Bagi saya tidak ada istilah hari libur dalam membangun bisnis. Selama ada peluang yang bisa meningkatkan pendapatan perusahaan dan memberikan manfaat bagi daerah, maka harus segera kita kerjakan,” tegas Haris Kampay.
Pernyataan tersebut, menurutnya, juga merupakan implementasi dari arahan Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto, yang menginginkan SPR Perseroda menjadi BUMD yang lebih produktif, profesional, dan mampu menjadi salah satu motor penggerak peningkatan PAD Provinsi Riau.
Haris Kampay mengungkapkan bahwa dari kerja sama bidang konveksi, SPR memperoleh porsi keuntungan sebesar 30 persen, sedangkan dari kerja sama distribusi air kemasan perusahaan akan menerima 20 persen keuntungan. Persentase tersebut diyakini menjadi awal yang positif dalam memperkuat pendapatan perusahaan.
Ia optimistis, apabila strategi ekspansi bisnis terus dijalankan secara konsisten dan dibarengi tata kelola perusahaan yang baik, SPR Perseroda akan mampu membuka lebih banyak peluang usaha di berbagai sektor potensial.
“Target kami sederhana, bagaimana SPR terus berkembang dan selalu tetap memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Riau. Itulah yang menjadi fokus kami saat ini,” pungkas Haris Kampay.
Melalui dua kerja sama strategis tersebut, SPR Perseroda kembali menunjukkan transformasinya sebagai BUMD yang tidak hanya mengelola aset daerah, tetapi juga aktif membangun kemitraan bisnis yang berorientasi pada keuntungan, penciptaan peluang ekonomi, dan peningkatan kontribusi terhadap pembangunan Provinsi Riau. ***
