SPR Satukan PT TMC dengan Dua Rumah Sakit Besar Demi Dongkrak PAD Riau
Pekanbaru,saturealita.com/-Komitmen PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Perseroda dalam membangun bisnis yang berdampak nyata kembali dibuktikan.
Tidak berhenti pada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), SPR bergerak cepat dengan mempertemukan mitra strategis yang telah menjalin kerja sama agar peluang bisnis segera terealisasi dan memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Riau.
Bertempat di Kantor SPR Perseroda, Jalan Diponegoro No. 49 Pekanbaru, Rabu (5/8/2026), Direktur SPR Perseroda, Dr. H. Haris Kampay, memimpin langsung agenda business matching antara PT Trans Multi Cargo (TMC) dengan dua rumah sakit ternama di Kota Pekanbaru, yakni RS Awal Bros dan RS Ibnu Sina.
Pertemuan tersebut difokuskan pada penjajakan kerja sama pengelolaan limbah medis yang menjadi bidang usaha PT TMC.
Pertemuan dengan jajaran RS Awal Bros berlangsung pukul 13.00 WIB, sementara diskusi bersama RS Ibnu Sina dilaksanakan pukul 15.00 WIB.
Dalam kesempatan itu, Haris Kampay didampingi Sekretaris SPR Hariyanto Karim, Manager Bisnis Arif Subayang, Tenaga Ahli Amiruddin, Satuan Pengawas Internal (SPI) Bakri, serta Asisten Direktur Haryono. Hadir pula Direktur PT TMC Ronald P. Siregar.
Sementara dari pihak rumah sakit, rombongan RS Awal Bros dipimpin langsung Direktur Dr. Jimy Kurniawan, sedangkan RS Ibnu Sina diwakili Fatrial Muchti beserta tim.
Dalam sambutannya, Haris Kampay menegaskan bahwa langkah mempertemukan para mitra merupakan bukti keseriusan SPR dalam mengawal setiap MoU agar tidak sekadar menjadi dokumen seremonial.
“Sejak awal saya sudah menyampaikan bahwa setelah MoU ditandatangani, SPR akan langsung bergerak. Hari ini janji itu kami buktikan dengan mempertemukan PT TMC bersama RS Awal Bros dan RS Ibnu Sina untuk membuka peluang kerja sama yang konkret,” ujar Haris Kampay.
Ia menjelaskan, SPR selama ini telah memiliki hubungan kerja sama dengan RS Awal Bros melalui unit usaha SPR Langgak. Dengan hadirnya PT TMC sebagai mitra baru di bidang pengelolaan limbah, SPR berharap sinergi tersebut dapat ditingkatkan, baik dari sisi kualitas layanan maupun nilai bisnis yang dihasilkan.
Menurut Haris Kampay, setiap peluang usaha yang berhasil diwujudkan tidak hanya menguntungkan perusahaan mitra, tetapi juga akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan PAD Riau. Sesuai kesepakatan kerja sama, SPR akan memperoleh bagian sebesar 20 persen dari keuntungan PT TMC yang nantinya disetorkan sebagai kontribusi kepada daerah.
“Kami ingin setiap kerja sama benar-benar memberikan manfaat ekonomi. Semakin banyak peluang bisnis yang tercipta, semakin besar pula kontribusi yang bisa diberikan SPR kepada Pemerintah Provinsi Riau melalui PAD,” tegasnya.
Respons positif datang dari kedua rumah sakit. Direktur RS Awal Bros Dr. Jimy Kurniawan menyambut baik inisiatif SPR, sementara perwakilan RS Ibnu Sina, Fatrial Muchti, menegaskan bahwa pihaknya membuka peluang kerja sama, terutama karena SPR merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi Riau.
“Kami meminta company profile perusahaan beserta dokumen kerja sama atau MoU dengan SPR sebagai bahan kajian. Setelah itu akan kami laporkan kepada pimpinan untuk ditindaklanjuti dalam pembahasan teknis berikutnya,” ujar Fatrial.
Ia berharap komunikasi yang telah terbangun dapat berlanjut pada pembahasan teknis sehingga kerja sama pengelolaan limbah dapat segera direalisasikan.
Sementara itu, Direktur PT TMC Ronald P. Siregar menegaskan komitmen perusahaan untuk memberikan pelayanan terbaik tanpa membebani mitra dengan kenaikan biaya.
“Tarif yang selama ini berlaku tetap kami pertahankan. Kami tidak akan menaikkan biaya sehingga kerja sama ini dapat berjalan saling menguntungkan,” katanya.
Langkah cepat SPR Perseroda ini dinilai menjadi bukti bahwa pola kerja BUMD kini semakin berorientasi pada hasil nyata.
Dengan mempercepat implementasi setiap MoU menjadi kerja sama bisnis yang produktif, SPR tidak hanya memperkuat ekosistem usaha daerah, tetapi juga membuka jalan bagi peningkatan investasi, pelayanan publik, dan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah yang berkelanjutan di Provinsi Riau. ***





