PEKANBARU, saturealita.com-Suasana malam di Taman Rekreasi Alam Mayang Pekanbaru mendadak dipenuhi ketegangan dan adrenalin. Bukan operasi militer sungguhan, melainkan simulasi pertempuran dalam olahraga airsoft bertajuk “SKIRMISH Night Ahad Invitation Al Airsofter” yang digelar Brigade Airsoft Daerah Riau (B.A.D.R), Sabtu malam (19/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ajang berkumpulnya para penggiat olahraga airsoft dari sejumlah komunitas di Riau. Selain BADR, kegiatan ini turut melibatkan SWAT dan SQUAD Kota Pekanbaru, serta dihadiri B.A.S kota Dumai dan B2AO Bangkinang, Kabupaten Kampar.
Ketua Komunitas BADR, Deriansyah Maulana Akbar, menjelaskan bahwa kegiatan kali ini mengangkat skenario permainan bertajuk “Aztec Operation”. Skenario tersebut dirancang untuk menghadirkan atmosfer permainan taktis sekaligus menguji strategi, kerja sama tim, komunikasi dan kemampuan peserta dalam menjalankan misi.
Menurut Deriansyah, skenario permainan bermula dari sebuah cerita intelijen fiktif mengenai ancaman kelompok perlawanan bersenjata bernama Konoha Ranger yang dikisahkan akan melakukan aksi terhadap sebuah objek vital berupa situs cagar budaya berusia ribuan tahun.
“Berdasarkan informasi intelijen negara, diketahui bahwa kelompok perlawanan bersenjata Konoha Ranger akan mengadakan sebuah aksi teror yang menyasar objek vital berupa cagar budaya yang berusia ribuan tahun,” ujar Deriansyah kepada media online ini.
Dalam alur simulasi tersebut, Presiden sebagai kepala negara kemudian digambarkan memerintahkan panglima untuk mengerahkan unit khusus guna merespons ancaman tersebut sebelum aksi dilakukan.
Perintah tersebut kemudian melahirkan pembentukan satuan tugas khusus dengan sandi operasi “Aztec Operation”.
Dalam skenario permainan, pasukan khusus tersebut memiliki misi mempertahankan situs bersejarah dari upaya penyerangan kelompok Konoha Ranger.
Meski dikemas dengan cerita yang dramatis, seluruh rangkaian kegiatan merupakan simulasi dalam olahraga airsoft dengan aturan permainan yang telah ditentukan oleh penyelenggara.
Deriansyah mengatakan, inti dari misi permainan tersebut adalah bagaimana setiap tim mampu menjalankan strategi dan mempertahankan objek yang menjadi sasaran permainan melalui koordinasi serta kekompakan antarpemain.
“Inti misi ini, jangan sampai musuh berhasil meledakkan situs tersebut. Pertahankan dengan segenap jiwa dan raga,” tuturnya.
SKIRMISH Night tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antarkomunitas airsoft di Riau. Pertemuan berbagai komunitas dalam satu arena diharapkan dapat memperkuat komunikasi, sportivitas dan kebersamaan para penggiat olahraga airsoft.
Dengan konsep permainan malam dan skenario Aztec Operation, kegiatan BADR ini tidak hanya menghadirkan tantangan fisik, tetapi juga menuntut peserta mengandalkan strategi, komunikasi tim serta kemampuan mengambil keputusan selama permainan berlangsung.
Dentuman replika airsoft, pergerakan tim dan koordinasi di tengah suasana malam Alam Mayang pun menjadi bagian dari keseruan SKIRMISH Night, yang mempertemukan para penggiat airsoft dari Pekanbaru, Dumai dan Kabupaten Kampar dalam satu arena permainan.
Catatan, berikut versi berita media online dengan narasi yang lebih tajam, dramatis, namun tetap menegaskan bahwa skenario “Aztec Operation” merupakan simulasi permainan.***











