Bersama Badan Penghubung Riau Jelang Puncak Milad Ke-3
JAKARTA,saturealita.com/-Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) menggelar rapat koordinasi bersama Badan Penghubung Provinsi Riau pada Selasa (23/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat sinergi sekaligus memaparkan berbagai capaian organisasi serta membahas sejumlah program strategis yang akan dijalankan ke depan.
Rapat dihadiri Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau, Decy, S.STP., M.Si, didampingi Kasubbid Hubungan Antar Lembaga Boy Surya Gautama, SE., M.Si, serta Kasubbid Pengelolaan Anjungan Riau TMII Syarifah Nuraisyah, SKM yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dr. H. Rusli Effendi bersama para ketua bidang.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PMRI memaparkan perjalanan organisasi sejak proses inisiasi hingga resmi terbentuk dan dikukuhkan.
PMRI, kata Rusli Effendi, terus berkomitmen menjadi wadah pemersatu masyarakat Riau di berbagai daerah sekaligus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia.
Sejak berdiri, PMRI telah terlaksana berbagai kegiatan, di antaranya Halal Bihalal yang digelar di Gedung DPD RI serta sejumlah program sosial dan pendidikan.
Salah satu program unggulan adalah Progam 1.000 Doktor yang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan beberapa perguruan tinggi di Riau maupun luar daerah, seperti Universitas Islam Riau (UIR), UIN, Kampus SEBI Depok, Universitas Lancang Kuning, serta perguruan tinggi lainnya.
Program tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Hingga saat ini, satu peserta telah berhasil direalisasikan melalui skema “bapak angkat”, yang diharapkan menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak doktor asal Riau di masa mendatang.
Selain fokus pada dunia pendidikan, PMRI juga telah membentuk Yayasan Bedelau yang diarahkan untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM), sebagai bentuk komitmen organisasi dalam mencetak generasi yang berkualitas dan berdaya saing.
Dalam aspek pengembangan organisasi, PMRI terus memperluas jaringan kepengurusan. Saat ini kepengurusan PMRI telah terbentuk di sekitar 11 provinsi di Indonesia. Bahkan, organisasi ini mulai melebarkan sayap ke luar negeri dengan terbentuknya kepengurusan di Malaysia, sementara pembentukan kepengurusan di Singapura, Australia, dan Mesir masih dalam proses.
Pada rapat tersebut juga dibahas usulan PMRI terkait keterlibatan dalam Forum Pembauran Kebangsaan (FPK). PMRI mengusulkan dua wilayah, yakni tingkat Provinsi DKI Jakarta dan Kota Administrasi Jakarta Timur. Untuk wilayah Jakarta Timur, nama Khaidir selaku Humas PMRI telah direkomendasikan oleh Badan Penghubung Provinsi Riau, sedangkan usulan untuk tingkat Provinsi DKI Jakarta masih dalam proses.
Rapat juga menjadi momentum evaluasi atas suksesnya rangkaian peringatan Milad ke-3 PMRI. Berbagai agenda telah terlaksana dengan baik, mulai dari tasyakuran Milad ke-3 yang mendapat dukungan dari Farhat Abbas hingga Dialog Kebangsaan yang menghadirkan berbagai tokoh masyarakat.
Dialog Kebangsaan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Kepala Anjungan Riau TMII, serta tokoh-tokoh dari berbagai daerah dan etnis, seperti Betawi, Sunda, Bangka Belitung, Yogyakarta, dan sejumlah elemen masyarakat lainnya. Kegiatan itu dinilai semakin memperkuat semangat persatuan, kebangsaan, dan kolaborasi antardaerah.
Sementara itu, agenda puncak Milad ke-3 PMRI direncanakan akan digelar pada 12 Juli 2026 di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Acara tersebut diharapkan menjadi momentum besar untuk mempererat silaturahmi masyarakat Riau di perantauan sekaligus memperkuat kontribusi PMRI dalam pembangunan daerah dan bangsa melalui program-program yang berorientasi pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan PMRI menyampaikan komitmennya untuk terus menjadi wadah pemersatu sekaligus jembatan aspirasi bagi seluruh masyarakat Riau yang berada di perantauan. PMRI siap mendukung berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Riau, khususnya dalam mempromosikan potensi budaya, pariwisata, dan ekonomi daerah di kancah nasional.
Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau, Decy, S.STP., M.Si menyambut baik kehadiran dan inisiatif nyata dari PMRI.
Beliau menegaskan bahwa Badan Penghubung akan selalu terbuka dan siap memfasilitasi kegiatan-kegiatan positif kemasyarakatan yang diinisiasi oleh PMRI.
Sinergi ini diharapkan dapat berjalan beriringan demi menjaga silaturahmi, merawat tradisi melayu, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah asal.
Acara silaturahmi ini ditutup dengan sesi diskusi santai mengenai program kerja kolaboratif di masa depan, diikuti dengan foto bersama sebagai simbol eratnya persaudaraan masyarakat Riau di tanah rantau. ***



