Ribuan UMKM Riau Dibidik Bangkit dari Rumah
PEKANBARU,saturealita.com/-Penuh semangat membangkitkan ekonomi kerakyatan melalui sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terus digaungkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) Provinsi Riau. Setelah berlangsung penuh antusiasme, kegiatan edukasi dan simulasi budidaya jamur tiram yang digelar DPD ORI Riau resmi ditutup oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ORI, Ferri Nuzarli, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang sebelumnya dibuka secara resmi oleh Ketua DPD ORI Riau, Erick Suryadi R., A.Md., AAIJ, pada Sabtu (25/7/2026) di Kafe Senja Menanti, Jalan Taman Sari, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa sektor budidaya jamur tiram memiliki potensi besar sebagai sumber ekonomi keluarga yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya sebelum menutup kegiatan, Ferri Nuzarli menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah gerakan nyata yang bertujuan membuka peluang usaha baru, khususnya bagi para ibu rumah tangga agar mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui usaha mandiri.
Menurutnya, budidaya jamur tiram merupakan salah satu sektor yang relatif mudah dijalankan, memiliki nilai ekonomi tinggi, serta didukung permintaan pasar yang terus meningkat. Karena itu, ORI ingin menghadirkan perubahan pola pikir masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha produktif.
“Program budidaya jamur tiram ini kami yakini dapat menjadi inspirasi sekaligus peluang bisnis jangka panjang. Selain mudah dibudidayakan, hasilnya memiliki nilai jual tinggi dan mampu menopang ekonomi keluarga secara berkelanjutan,” ujar Ferri.
Ia menjelaskan, jamur tiram memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah. Mulai dari jamur crispy, rendang jamur, nugget jamur hingga beragam kuliner kreatif lainnya yang memiliki pangsa pasar luas.
Menurut Ferri, apabila masyarakat mampu mengembangkan budidaya hingga ke tahap pengolahan produk, maka nilai ekonominya akan meningkat berkali-kali lipat dibandingkan hanya menjual hasil panen dalam bentuk segar.
Lebih jauh, Sekjen DPP ORI tersebut menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tidak akan berhenti pada tahap edukasi semata. DPP ORI berkomitmen mengawal para peserta agar mampu berkembang menjadi pelaku UMKM yang mandiri melalui pendampingan serta dukungan akses permodalan.
“Melalui ORI, kami akan memberikan dukungan dan membantu akses permodalan bagi peserta yang benar-benar serius mengembangkan budidaya jamur tiram. Harapannya, usaha mereka terus berkembang dan mampu melahirkan UMKM baru yang kuat serta berdaya saing,” tegasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari langkah strategis ORI dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat bawah. Dengan memanfaatkan potensi lokal yang sederhana namun memiliki prospek bisnis menjanjikan, ORI berharap semakin banyak masyarakat yang mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Sementara itu, Ketua DPD ORI Riau Erick Suryadi menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh DPP ORI terhadap program pemberdayaan ekonomi yang digagas di Riau. Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menjadi bukti bahwa masyarakat membutuhkan pelatihan yang aplikatif dan mampu langsung diterapkan sebagai peluang usaha.
Ke depan, DPD ORI Riau berkomitmen memperluas kegiatan serupa ke berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau agar semakin banyak masyarakat memperoleh keterampilan, pendampingan usaha, hingga akses pemasaran produk.
Melalui sinergi antara DPP dan DPD ORI, gerakan budidaya jamur tiram diharapkan tidak hanya menjadi pelatihan sesaat, tetapi berkembang menjadi gerakan ekonomi rakyat yang mampu melahirkan pelaku-pelaku UMKM baru, memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, serta menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah di Provinsi Riau. ***



